Silahkan pilih kategori yang diinginkan

Berjuang Melestarikan Budaya Meski dibayar di Bawah Standart

19.40 Posted In , Edit This 0 Comments »






Hari Kamis(24/09)saya dan keluarga sedang berekreasi di sebuah objek wisata di Kediri karena saat itu kami sedang mudik kerumah nenek dan kakek.Objek yang kami kunjungi saat itu adalah Objek wisata Gunung Klotok atau Goa Selomanggleng.

Sesampainya disana,saat di tempat parkir terdengar suara musik seperti gamelan di panggung yang baru saja di bangun,kamipun tertarik dan pergi melihatnya,ternyata disana akan diadakan pertunjukan Jaranan/kuda lumping yaitu suatu bentuk kesenian asli Indonesia yang menurut saya sangat menarik karena tidak bisa ditemukan di negara lain dan ditempat lain.

Saat itu masih terlihat mereka bersiap-siap,jadi saya,adik,ibu dan tante saya pergi melihat-lihat di tempat lain tapi bapak saya tetap melihat mereka bersiap-siap,lalu saat kami naik kereta wisata petunjukanpun dimulai,yang pertama mucul adalah remaja-remaja putri yang muncul dengan kuda lumping tanpa alas kaki padahal cuaca saat itu sedang panas-panasnya dan otomatis paving ditempat itu pasti panas sekali tapi mereka hanya meminimal panas itu dengan menyiram air disekitar tempat mereka melakukan pertunjukan dan terlihat dari cara mereka berjalan mereka kepanasan.

Dan yang bikin saya kaget mereka mau melakukan pertunjukan di siang hari yang panas meski dibayar "ala kadarnya".

Setelah dibuka dengan pertunjukan jaranan wanita pertunjukan dilanjutkain lagi dengan beberapa pertunjukan lain tapi saya tidak melihatnya karea sedang makan siang.hehehe...
setelah makan siang, kami melihat pertunjukan sudah berganti dengan jaranan yang diperankan oleh laki-laki,di pertunjukan itu mereka saling memecut satu sama lain dan ada 2 orang yang disekitar mereka membawa pecut besar yang di pecutkan membuat bunyi yang keras sekali,dari pertunjukan itu sampai selesai banyak diantara penari yang kerasukan setelah menari dan mereka ada yang makan beling,bunga kenanga dll.dan yang tidak terpikir oleh saya saat kerasukan itu ada diantara mereka yang merequest lagu pada sang sinden dan kawan-kawan,saya berpikir lucu sekali makhluk halus yang merasuki bisa meminta lagu dan ada satu lagu yang sering sekali di request oleh makhluk halus itu yaitu sepertinya berjudul "Pantai Selatan"

Pertunjukan jaranan ini dimulai dari pukul 11.00 sampai kurang lebih pukul 16.00 lama sekali memang.Dari semua orang yang melakukan pertunjukan itu ada yang menark perhatian saya lagi yaitu orang-orang yang tergabung dalam sejenis paguyuban itu ternyata dari berbagai kalangan dan ada yang masih kecil mungkin umurnya sekitar 10 tahunan.

Saya SALUT dengan adik-adik yang lebih muda dari saya yang sudah ikut melestarikan budaya negara ini di tengah jaman Globalisasi yang mulai mengikis budaya asli kita,semoga itu bisa dicontoh oleh teman-teman yang lain agar tidak hanya mengapresiasi dan melakukan budaya orang lain atau negara lain karena sebenarnya budaya kita itu lebih bagus,spektakuler dan lebih menghibur bahkan ada cerita dibalik kebudayaan -kebudayaan kita ini,seperti dalam kebudayaan jaranan ini,katanya menceritakan tentang suasana peperangan,dan dari pertunjukan-pertunjukan itu saya berhasil mengabadikan beberapa gambar yang insaalla akan saya upload dihalaman obat puyeng.

Sekali lagi saya salut pada orang-orang yang masih tertarik dan bahkan mempelajari kesenian Indonesia seperti jaranan padahal mereka dibayar dibawah standart bayangkan kalau tidak ada orang-orang seperti mereka bisa-bisa kesenian kita di KLAIM lagi negara lain seperti MALAYSIA contohnya,dan saya yakin di MALAYSIA tidak ada kesenian seperti ini karena orang-orang disana tidak akan rela berpanas-panas menari tanpa alas kakai dan orang-orang disana tidak bisa memanggil makhluk halus,hehehe...

Maka dari itu saya mengajak teman-teman untuk terus berjuang melestarikan budaya kita dan mengenalkannya ke dunia dengan label "MILIK INDONESIA" atau "ASLI INDONESIA" di kesenian-kesenian tersebut.

Tewasnya seorang gembong teroris

01.42 Posted In , Edit This 0 Comments »


Kapolri Pastikan DNA Noordin Cocok 100 Persen
KAPOLRI Bambang Hendarso Danuri (BHD) me­mastikan hasil tes DNA Noordin sudah selesai. Meski 100 persen match (cocok), BHD meminta je­nazah Noordin M. Top tidak segera dipulangkan ke Malaysia. Pol­ri sudah berkoordinasi dengan De­partemen Luar Negeri, namun masih ada bebe­rapa hal yang prosesnya menunggu.

BHD meminta keluarga di Malaysia tidak terburu-buru mengambil ja­sad Noordin. Keluarga perlu me­nung­gu izin dari Polri. "Sabar sebentar," kata BHD di Istana Negara ke­marin (18/09).

Ka­polri menam­bahkan, pihak­nya sudah sangat yakin bahwa identitas jenazah itu adalah Noordin.

Dasarnya, sidik jari yang dikirim Polisi Diraja Malaysia sudah cocok 100 persen sehingga tidak ada ke­raguan. "Masak kita mau menentukan seseorang atas desakan dari pihak mana pun? Tidak itu. Masak kita tidak profesional. Kita tidak ada kepentingan dengan siapa pun yang menekan," ujar BHD.

Kendati Polri sudah menyebut nama empat jenazah teroris hasil penggerebekan di Dukuh Kepuhsari, Mojosongo, Jebres, Solo, pro­ses forensik masih terus berjalan. Saat ini, tim forensik di Rumah Sakit Pusat Kepolisian Sukanto (RS Polri) mengotopsi empat mayat itu. ''Harus dipastikan, bagaimana proses kematian mereka. Apa penyebab mereka tewas,'' kata Direktur RS Polri Aidy Rawas kepada Jawa Pos kemarin.

Aidy belum bisa menjamin kapan otopsi itu rampung. Namun, kata dia, proses otopsi biasanya me­makan waktu 30 jam. ''Selesainya ya bergantung pada tim forensik. Kalau mereka mau selesai cepat, ya bisa,'' katanya. Selain otopsi, tambah Aidy, pihaknya juga harus menyelesaikan proses identifikasi terhadap Ario Sudarso alias Aji, Bagus Budi Pranoto alias Urwah, dan Hadi Susilo alias Adib. Khusus terhadap tiga jenazah itu, kata Aidy, ada kesulitan dalam identifikasi. Sebab, pi­hak­nya tidak memiliki data pemban­ding sebelumnya.

Karena itu, RS Polri masih me­nunggu data itu dari pihak keluar­ga tiga jenazah tersebut. Antara lain, data sidik jari, susunan gigi, ciri fisik khu­sus, dan DNA. ''Sidik jari mun­g­kin bisa diambilkan dari ijazah. Kami masih menunggu keluarga untuk membawa data itu. Sore ini (petang kemarin, Red) sampai ke sini sampel-sempelnya '' ujarnya.

Identifikasi terhadap Noordin paling mudah. Sebab, Polri sudah mendapatkan 14 ciri khas sidik jari Noordin. Apalagi, untuk identifikasi dengan tes DNA, Polri sudah memiliki data pembanding. Yakni, DNA dari anak Noordin di Kuni­ngan dan Malaysia.

Evakuasi Sulit

Proses evakuasi mayat Noordin M. Top, ternyata lebih sulit daripada pengangkatan jenazah tiga tersangka teroris yang lain. Mayat Noordin harus ditarik dengan menggunakan tali sepanjang 20 meter. Saat ditarik, organ kepala Noordin berceceran.

Suratmin, ketua RT 3 RW 11, Kampung Kepuhsari, kemarin siang (18/9) mengungkapkan, di antara empat mayat yang ditemukan, jenazah Noordin paling akhir dievakuasi. Sebab, saat itu Noordin diduga masih memegang bahan peledak.

''Setelah tiga mayat dievakuasi keluar rumah, dua anggota Densus mengikat kaki kanan mayat itu (Noordin) dengan tambang. Sete­lah itu, mayat tersebut ditarik keluar sekitar empat meter dari rumah,'' kata Suratmin.

Mayat itu ditarik keluar melalui lubang tembok kamar mandi yang jebol akibat ledakan. Saat jenazah ditarik, Suratmin melihat organ kepala Noordin berjatuhan. Oleh tim Densus, isi kepala Noordin dikumpulkan. ''Ceceran organ kepala itu kemudian dimasukkan ke kantong mayat,'' kata Suratmin.

Setelah diperiksa, mayat tersebut dimasukkan ke mobil jenazah. Kemudian, Suratmin bersama Sri Wahyono, Lurah Mojosongo, dan se­kitar tujuh anggota Densus 88 diajak masuk ke rumah untuk memeriksa dan menyaksikan sejumlah barang bukti yang ditemukan.

Saat masuk ke rumah itu, di salah satu kamar dia melihat beberapa arsip yang sebagian sudah terbakar dan beberapa bagian yang lain utuh. Dia juga sempat melihat barang bukti lain seperti laptop, buku reke­ning tabungan, uang tunai sekitar Rp 7,5 juta dalam bentuk pecahan Rp 100 ribu dan Rp 50 ribu, handy­cam, bahan peledak, dan beberapa kabel. (sof/aga/in/nan/jpnn/iro) Dikutip dari Jawa Pos edisi 19 September 2009
Sampai jumpa ................ semoga dapat bermanfaat